Cara Mudah Budidaya Udang Lobster Air Tawar

Please log in or register to like posts.
News

Lobster adalah komoditi makanan berprotein tinggi yang datang dari kawasan Amerika Utara. Di Indonesia sendiri, lobster memiliki banyak penggemar karena dagingnya yang tebal dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Dalam proses budidaya udang, ada beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan, yaitu:

Syarat utama hidup

Lobster yang hidup di air tawar memiliki syarat hidup yang sedikit berbeda dengan udang air laut. Secara umum, udang jenis LAT lebih toleran terhadap kadar oksigen terlarut yang sangat rendah. Udang jenis ini juga membutuhkan sirkulasi udara bersih yang bisa diciptakan dengan pemasangan aerator.

Temperatur

Secara umum, lobster memiliki tingkat ketahanan yang sangat tinggi pada perubahan suhu ekstrim. Organisme ini bisa hidup di kisaran suhu lebih dari 35 oC, namun lobster bisa pula hidup dibawah suhu 00C. Untuk udang yang dikembangbiakkan di air tawar, suhu optimum yang diperlukan untuk memberikan hasil panen yang berkualitas adalah 25-29 oC.

Selama perkembangannya, pH air yang dibutuhkan ada di kisaran basa dan untuk membuatnya, Anda membutuhkan kandungan kapur yang cukup tinggi agar kalsium terlarut untuk nutrisi cangkang terpenuhi. Dengan pH yang tepat, berat lobster yang dipanen bisa lebih dari 25kg dalam jangka waktu yang sudah diperkirakan.

Hal berikutnya yang perlu dipikirkan adalah masalah kualitas air budidaya. Saat mengisikan air kedalam kolam, Anda perlu memahami bahwa LAT cukup sensitif dengan residu minyak. Selain itu, LAT muda juga kurang resisten dengan kadar klorin tinggi. Itu sebabnya sebelum Anda memutuskan pembibitan LAT, Anda perlu memastikan terlebih dahulu kualitas air dengan mengecek ada tidaknya senyawa logam kontaminan yang tercampur di air.

Teknis usaha

Ketika Anda ingin hasil panen LAT memuaskan, Anda perlu memahami teknis usaha yang harus dilakukan. Teknis usaha ini kuncinya terletak pada proses breeding yang memerlukan induk lobster berukuran diatas 2 inci. Berikut adalah tahapan yang perlu dilakukan selama melakukan pembibitan udang jenis lobster.

  • Menyediakan kolam khusus yang digunakan untuk kolam breeding (pembuahan). Umumnya dalam 1m2 disiapkan 5 ekor betina dan 3 ekor jantan
  • Memastikan dalam 1m2 kolam perkembangbiakan ada 10 ekor yang dibesarkan dengan kolam jantan dan betina terpisah.

Jenis pakan

Dalam proses pembesaran, ada pakan yang dipastikan mengandung protein, mineral, vitamin, dan karbohidrat tinggi. Jenis pakan yang dipilih harus memiliki tingkat kelarutan yang tinggi didalam air sehingga udang tidak akan mudah terserang hama penyakit. Baik pakan alami maupun buatan yang diberikan, sebaiknya konsentrasi pakan tidak boleh melebihi 3% dari berat badan total LAT. Pakan juga harus diberikan setiap pagi dan sore di waktu yang sama.

Pengendalian hama

Dalam proses perkembangbiakan, lobster juga perlu dijaga kesehatannya agar hasil panen melimpah. Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang perlu Anda waspadai selama budidaya lobster

  1. Crayfish plague, penularan penyakit ini bisa terjadi dari peralatan yang dimiliki. Penyebab penyakit ini umumnya adalah virus atau jamur yang membuat daya tahan udang menurun. Untuk menghindarinya, Anda perlu memperhatikan kebersihan kolam dan mengganti air secara berkala.
  2. WSD. White spot disease adalah penyakit yang sering menimpa lobster dalam kolam tanah. Ketika ada salah satu udang yang terjangkit penyakit ini, bisa dipastikan udang lain dalam kolam yang sama akan langsung mati. Untuk menghindarkan penyakit yang disebabkan oleh virus ini, Anda harus selalu menjaga tingkat keasaman air dan membersihkan alat yang terinfeksi virus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *