Prospek Bisnis Budidaya Udang Rumahan Omset Puluhan Juta

Please log in or register to like posts.
News

Teknologi budidaya udang skala rumah tangga ini  merupakan modifikasi tambak dengan mengatur volume atau luas petak pembesaran udang untuk dapat menerapkan tenologi budidaya yang baik dan benar (CBIB), dengan modal usaha yang kecil. Lokasi tambak skala rumah tangga dapat dilakukan pada kawasan estuarin mulai kawasan dekat garis pantai hingga menjorok ke daratan selama masih mendapatkan sumber air payau. Penggunaan prasarana tambak dapat disesuaikan dengan ketersediaan sumber energi. Penyesuaian sarana budidaya dengan ketersediaan sarana sumber energi listrik/diesel sehingga dapat diterapkan disemua lokasi kawasan tambak. alat aerasi pengelolaan air (aerasi) dapat dilakukan melalui inovasi atau modifikasi peralatan mekanik sehingga dapat memanfaatkan sumber energi listrik diesel, PLN dengan kapasitas 220 volt dan 330 volt. Teknologi budidaya udang skala rumah tangga sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan lahan tambak pada kawasan estuarine.
  2. Desain tata letak tambak menerapkan konsep biosekuriti untuk mengendalikan infeksi penyakit, dengan mengoptimalkan tata letak tambak yang ada sehingga dapat menekan biaya produksi.
  3. Desain ukuran petak pembesaran antara 500-2000 m2 untuk memudahkan pengelolaan air.
  4. Konstruksi tambak dibangun dengan prinsip kedap dan tidak keruh saat penggunaan kincir, sehingga dapat terbuat dari tambak tanah, pasir dan tambak yang dilapisi (lining) plastik, semen dan bahan lainnya yang direkomendasikan.
  5. Menggunakan sistem budidaya semi tertutup dengan tingkat teknologi semi intensif hingga intensif dengan kapasitas produksi 0,5-1 kg/m2yang disesuaikan dengan ketersediaan sarana aerasi. Total produksi persatuan luas dapat dilakukan dengan panen parsial.
  6. Menggunakan bahan prasarana dan sarana budidaya udang yang direkomendasikan oleh otoritas kompeten sesuai standar CBIB.
  7. Pengelolaan lingkungan media budidaya secara baik untuk mengendalikan kualitas air yang optimal serta dan stabil selama proses budidaya yang disesuaikan dengan jenis dan jumlah ketersediaan sarana budidaya.
  8. Tetap menjaga keseimbangan lingkungan kawasan budidaya dengan memanfaatkan aktifitas  biologi (probiotik) pada petak pemeliharaan dan petak pengolah limbah (makroalga)  sebagai biofilter untuk memperbaiki kualitas air buang.

 

Udang Rumahan

 

Alat dan bahan

Peralatan yang digunakan merupakan inovasi modifikasi  peralatan l dengan biaya yang murah sesuai dengan karakteristik lokasi tambak :

  1. Untuk lokasi kawasan tambak yang tersedia jaringan listrik 3 phase (330 volt) dapat menggunakan kincir/pompa dengan tipe motor 3 phase (330 volt) atau tipe motor 1 phase (220 volt).
  2. Untuk lokasi kawasan tambak yang tersedia jaringan listrik 1 phase atau 220 volt, menggunakan motor kincir/pompa 1 phase atau 220 volt
  3. Untuk lokasi kawasan tambak yang belum ada jaringan listrik dapat menggunakan sumber energi dari diesel untuk penggerak kincir atau pompa
  • BACA JUGA

Inilah Manfaat Tersembunyi Dari Udang Lobster
Inilah Metode Dalam Merawat Ikan Arapaima Gigas Dalam Akuarium
Metode Sederhana Dalam Memulai Usaha Budidaya Ikan Molly
Tips Dan Trik Dalam Memelihara Ikan Hias Air Laut Pada Akuarium
Mengenal Lebih Dekat Tentang Ikan Haruan

Bahan yang digunakan adalah sarana budidaya meliputi, benih udang vaname, pakan udang, probiotik, feed additive, pupuk dan bahan lainnya sesuai dengan standar baku dan telah  direkomendasikan oleh pihak otoritas kompeten untuk menjaga kualitas lingkungan dan produksi udang yang berkualitas (foot savety).

 

Panen

Panen udang pada usaha skala rakyat ini dilakukan apabila udang sudah mencapai ukuran konsumsi dengan margin harga yang tinggi. Panen biasanya dilakukan kalau udang sudah mencapai ukuran 80 ekor/kg dengan masa pemeliharaan telah 70 hari.

Ada dua sistem panen yaitu panen parsial dan sistem panen total. Panen parsial dilakukan untuk mengurangi kepadatan atau biomas  udang bila sudah mencapai 1 kg/m2 atau 10 ton/Ha. Jumlah udang yang di panen  parsial adalah 25-30% dari estimasi total biomas udang dalam tambak. sebagai contoh penebaran udang 100 ekor/m2. Apa bila sudah mencapai ukuran 10 g per ekor (1 kg/m2)  dan menunjukkan bahwa oksigen terlarut turun hingga 3 ppm, perlu dilkukan panen parsial sebanyak 30% atau sekitar 0,3 kg/m2. Panen pasrsial berikutnya  dilakukan sekitar 2-3 minggu berikutnya dengan perhitungan estimasi biomas 1 kg/m2.

 

Tabel 1.  Hasil kajian di tambak Pekalongan thn. 2017-2018

Keterangan Siklus I Siklus II Siklus III
Musim tanam

Feb- Juni

Juli-Nopember

Maret-Agustus

Jml Tebar (ekor)              250.000               275.000

300.000

Umur panen (hari)                      92                       97

93

Ukuran panen (g)                    14,5                     16,6

15

Size (ekor/kg)                       68                      64

67

SR (%)                       88                       98

90

Jml Panen (kg)                  3.250                   4.200

4.050

Biaya produksi (Rp)        90.000.000

120.000.000

150.000.000

Pendapatan (Rp)       146.250.000       193.200.000 263.250.000
Keuntungan (Rp)         56.250.000         73.200.000 113.250.000

 

Tabel 2.  Produksi udang pada tambak 500 m2 dan 1000m2  di Jepara thn. 2017-2018

Uraian Tambak 1000 m2 Tambak 500 m2
Jml Tebar (ekor) 100.000 50.000
Umur panen (hari) 80 75
Ukuran panen (g) 14 12
Size (ekor/kg) 71,4 83
SR (%) 85 95
Jml Panen (kg) 1.190 546
Biaya produksi (Rp) 42.962.400 20.355.320
Pendapatan (Rp) 77.350.000 32.760.000
Keuntungan (Rp) 34.387.600 12.404.680

 

Tabel  3. Produksi tambak skala rumah tangga di Pekalongan (periode April- Agustus 2017)

Petak luas Jml tebar Panen parsial I Panen parsial II Panen parsial III Panen Total est
doc size Jml kg doc size Jml kg doc size Jml kg doc size Jml kg
Ai 1.000 100.000 66 73 250 78 58 250 92 48 250 106 41 1.104
A2 1000 100.000 66 73 250 78 58 250 92 48 250 106 40 1.131
A3 900 100.000 66 81 250 78 62 250 92 50 50 106 42 994
A4 900 100.000 66 81 50 78 62 250 92 50 250 06 42 994

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *